nuffnang ads

Showing posts with label Indonesian. Show all posts
Showing posts with label Indonesian. Show all posts

Thursday, 24 September 2015

Sop Ceker aka Chicken Feet Soup


Some people might frown when I mentioned about eating chicken feet. 
But for Asian, chicken feet is common food to enjoy.

Chicken feet is non-meaty part of chicken, more to bone-y and lot of collagen make it jelly-ish when we boil it for long hours.

Chicken feet always good to make anything with gravy, or just simply stir fried, or deep fried.

I like chicken feet to make soup broth since it has no fat content, makes my soup less greasy yet still taste very nice.

This soup is very simple and quite low fat-low calories, you can eat as much as you like :)

Seger untuk teman makan siang terutama di hari yang panas terik, dimakan dengan nasi dan kuah yang banyak untuk dihirup.





Ingredients:
6 chicken feet, cleaned up, cut the nails. Blanch with boiling water for 1-2 minutes, discharged the water.
1 carrot, peel and slices diagonally
1 corn, cut into 5-6 pcs
2-3 leaves of cabbage, cut but not too small

- 1/4 tsp fenugreek
- 2 cloves garlic, crushed
- 1/2 teaspoon white pepper
- 2 liter water
- salt, pepper to taste



Add fenugreek, corn, garlic and blanched chicken feet into 2 liters of boiling water.
Cook until chicken feet soft.

Add in Carrot, leave for 1 minutes till carrot half cook.
Add in cabbage, cook for another 1 minutes.
Add in salt and pepper to taste.

Sprinkle with minced chinese parsley and spring onion for better aroma.
Served immediately :)





Dare to try?

Wednesday, 24 June 2015

Nasi Jagung


Last couple weeks memang sangat teringin-ingin makan nasi jagung,
sampai termimpi-mimpi...

Ya lah...  memang selalu begini.
Rindu makanan kampung, rindu makanan masa kecil dulu..

Nasi Jagung di Kuala Lumpur dapat dimana ya...? hehhehe

NASIB BAIK KAMI BALIK KAMPUNG THE NEXT COUPLE DAYS




Merengek, minta ibu pergi ke pasar subuh untuk beli nasi jagung buat sarapan
(kalau aku yang pergi pasar subuh, duit beratus ribu akan habis... semua rasa nak beli)


Nasi jagung memiliki cerita sendiri bagi kami orang kampung. Dulu masa kecil, nenek dan budhe (my mom's sister) hidup di desa. Walaupun mereka petani yang memiliki sawah padi berpuluh hektar, makanan keseharian mereka adalah nasi jagung. Padi yang mereka tanam, semua di jual untuk biaya sekolah enam orang anak mereka. Sedangkan makan nasi jagung lebih murah.

Kami sebagai (konon) anak kota, tidak mengerti alasan mereka memasak nasi jagung. Menurut kami, mereka masak nasi jagung karena ingin memanjakan kami. Sedangkan nenek sendiri sudah tidak pernah memasak nasi jagung karena proses yang sangat panjang. Jadi kami lebih suka makan di rumah budhe. 




Seperti cerita teman kecil saya Sandalian tentang nasi jagung, dia lebih tahu detail cara membuat dan memasak karena ibunya sendiri pernah memasak nasi jagung.

Tapi lebih kurang sama, jagung yang tua dan keras di tumbuk (entah berapa lama, sampai tangan mengelupas dan nangis..... masih juga nggak lembut), di rendam, di kukus dengan kerucut bambu di atas dandang tembaga (big long copper pot) yang beratnya naudzubilah....

Bisa dibayangkan kerja keras orang zaman dulu untuk menyediakan makanan bagi anak-anak mereka.... (maka berterima kasih dan hormat lah kepada orang tuamu)

Nasi jagung paling enak dimakan dengan urap (sayuran rebus, dicampur dengan sambal kelapa yang pedas), sambel, dan ikan asin. Kadang-kadang makan dengan botok mlandingan (petai cina, kelapa muda, dan bumbu) dibungkus daun pisang, di kukus. Tapi saya kurang suka dengan mlanding, karena bertekstur, dan memerlukan tenaga ekstra untuk mengunyahnya....







Dedak yang terpisah dari tumbukan jagung tidak dibuang oleh orang desa kami. Tidak juga dijadikan makanan hewan. Dedak jagung enak dimasak sebagai mendol / jenjet . 
(I don't even't know how to explain this food, I bet only people live in mountain area know what and how to cook this)

But yes, jenjet pun menjadi makanan favorit kami.



ikan sungai yang dikeringkan,
dijadikan teri / ikan bilis


gethuk 
(ubi rebus, ditumbuk dengan gula)
disajikan dengan kelapa parut

Saturday, 13 July 2013

Asem Asem Buncis


Another childhood food for me




I remember I ate this soup almost everyday for many many years without feel bored.
Just like another family who live in a very hot tropical country,
Clear soup becomes a "most" dishes to feed the family especially who has hyperactive kids.
We really need extra liquid to moist the rice.. (So it's easier to munch and to swallow)

Been a couple days I'm craving for soup with a different taste of the normal boring vegetable soup.
But can't afford to eat overly sharp Tom Yam.

When we walk around in the grocery store,  I found a good beef bone in the frozen section.
What a lucky...!!!
Immediately pick couple packs and boil it in the slow cooker to make a good broth.

This sweet-sour-spicy-soy-y soup becomes one of the weeknight dinner alternatives in our place.







Ingredient
- 1 pack of meaty beef bone (about 400 grams)
- 2 liter water
Boil on a slow cooker or low heat for couple hours

Vegetable
- 1 pack french bean, cut into 2 inches
- 1 carrot. Peel and slice
- 2 green tomatoes
- 1tbs tamarind juice
- 2 tbs sweet soy sauce ( Indonesian)

To sauted :
- 4 garlic, slices
- 1 big onion, slices
- 3 red chili, slices
- 1tbs cooking oil
-  Slice of galangal


sauted onion, garlic, chili and galangal. 
Add in beef broth leave it to boil.
Add in vegetable, soy sauce, tamarind juice. Cook till vegetable tender.
Add salt and pepper for a taste.


EASY PEASY ISN'T IT...?


Another variation to replace a boring veggie soup for weeknight dinner..