nuffnang ads

Tuesday, 7 November 2017

Homemade Banh Mi



Banh Mi adalah sandwich khas Vietnam yang isinya lebih ke sayuran daripada daging.
Walaupun berasal dari Vietnam, bahan-bahan pembuat Banh Mi meruapakan fusion (campuran) dari berbagai budaya.




Roti Perancis (Baguette) yang berasal dari Perancis, di isi dengan aneka sayuran dan daging panggang khas lokal. Sebenarnya Banh Mi tidak memiliki resep khusus. Daging dan sayuran bisa mengikut kegemaran masing-masing.

Kunci rasa Banh Mi adalah daun ketumbar segar (coriander), acar carrot, dan mentimun segar. Isian daging, ayam, ikan bahkan tahu bisa ditambahkan sesuai selera.



BAHAN

Roti Baguette / Roti Perancis, belah memanjang (jangan sampai putus)
1 Dada ayam (bumbuin dengan garam, merica, bawang, gula pasir sedikit)

1 Wortel/Carrot, iris korek api
1 Timun, iris korek api
1/2 Bawang Bombay, iris tipis
Daun ketumbar secukupnya

1/2 cawan air panas
1/4 cawan gula pasir
1/4 cawan cuka
sedikit garam

ACAR /PICKLE
Panaskan air, gula dan cuka hingga semua bahan larut.
Dinginkan.
Rendam wortel dan bawang ke dalam larutan cuka (min 30 menit)
simpan dalam lemari sejuk jika ingin disimpan lama.


Panggang ayam (kurang lebih 20 menit)
iris tipis.

CARA MENYUSUN
Belah Baguette memanjang, tapi jangan sampai putus.
Keruk bahagian tengah untuk memberi tempat pada daging dll.

olesi roti dengan mayonais pada kedua belah.
Susun daging, acar wortel, acar bawang bombay, irisan timun, dan daun ketumbar.
peras jeruk nipis di atasnya.
hidangkan dengan saos pedas dan mayonais.





Friday, 3 November 2017

Why Do We Love Picnic


Piknik dalam bahasa saya mungkin sedikit berbeda dengan bahasa Indonesia pada umumnya. Yang lebih mengartikan PIKNIK = BERLIBUR = VACATION

Piknik dalam pemahanam keluarga kami adalah makan di atas gelaran  tikar di tempat terbuka (biasanya bawah pohon yang rindang).
Bahasa Malaysia memanggil kegiatan ini "berkelah"
orang jawa memanggil kegiatan ini "lesehan"

tetapi istilah "Lesehan" lebih cenderung ketika kita makan berbayar di restoran, baru dipanggil lesehan.

Kalau makan di tikar, di alam terbuka apa dong?
NGGAK TAHU.. NGGAK PERNAH...
GENDENG APA MAKAN DI RUANG TERBUKA... KURANG KERJA
Meja makan di beli puluhan juta kok mau makan  lesehan di kebon.



Bagi kami, acara lesehan atau piknik memang sudah menjadi bagian dari hidup. Dulu waktu kecil, rumah kami sangat panas. Jangankan Aircond (AC), kipas angin termasuk barang mewah. Sehingga, ketika pulang sekolah, setelah ganti baju, Ibu sering menggelar tikar di bawah pohon mangga yang adem dan semilir. Mengajak kami makan disana. Habis makan, kami akan leyeh-leyeh sambil mengerjakan Pe-eR.

Beda dengan bapak, yang lebih suka makan siang di tempat setrikaan (sambil nungguin ibu yang nyetrika baju), atau makan di dapur (sambil nunggu ibu masak), tidak jarang juga makan di dekat tempat cuci piring (sambil njagongi ibu yang sedang cuci piring).

Iya, njagongi doangan... bantuinnya kagak... *haha

Jadi begitulah, kebiasaan ngeleseh alias piknik, ditambah dengan bergaul dengan orang Malaysia yang memang gemar makan, gemar lesehan (dirumah, di kebon, maupun di taman-taman terbuka), dan suami yang juga menyukai budaya piknik. Maka hobi duduk dan makan pun menjadi-jadi.




Apalagi kami tinggal di apartemen (condominium) yang kiri-kanan-atas-bawah semua adalah tembok. Tidak ada kemewahan berupa kebun atau ruang terbuka. Satu-satunya cara untuk menikmati udara luar adalah dengan berpiknik.

Kenapa menikmati udara luar harus sambil piknik mbak? tanya salah seorang teman.
Kalau mau keluar kan, tinggal keluar aja.

Ya, habisan kalau haus atau lapar... mau ambil makan dan minum jauuuh... hihi.
Makanya di bekal terus.
Mau beli.. hmmm.. taman di Malaysia banyak yang penjual dilarang masuk, karena cipratan minyak gorengnya suka bikin kotor.




Jadi beginilah...
kekadang saya dan anak, yang memang dua orang dirumah saja.
kebosanan, kesepian, terkurung di dalam apartement.

Selesai masak, bukannya terus makan. Tapi kami pak di dalam wadah-wadah.
(Mau bawa rantang tupperware kok ya kebesaran... hihi... yang makan dikit)

Kami bawa semua makan, nasi, roti, teh, kopi, dan tikar ke taman di bawah rumah.



Sambil bermain,
sambil makan,

sambil duduk dan bercerita.


kadang kami malas bermain,
hanya duduk dan membaca buku cerita yang isinya (sangat memuakkan....)
entah berapa ribu kali kami membaca buku-buku itu.

Lain hari, kubawa buku Financial Management yang banyak pages.
Jadi kalau dibaca nggak ada habisnya... haha *tampar juga*








Kadang-kadang dalam weekend tu kami drive agak jauh dari rumah.
Pergi ke pantai, atau taman yang lebih besar agar Marcella berjumpa dan bergaul dengan anak-anak lain.




Hopefully she growing up happy....
I hope we give my time enough for her...
I hope we play with her enough...

I hope she knows how much she meant to us


Wednesday, 18 October 2017

Picnic in Port Dickson Beach


When the world change from conventional laptop into tablet and smart phone,
there I got sore eyes whenever I stare at the tiny screen to long.

In result, Mak pun dah jadi malas nak menulis.
Idea tu banyak, time nak tido ke... nak mandi ada ja hasrat nak menulis.

Den bungkus badan dengan tuala,
buka laptop... HAAAA SUDAAAH

anak pun ikut duduk sekali, 
pas tu merengek nak Didi la... nak Baby Shark la... Nak Old McDonald la....

Bertukar lah kami,
Mak pegang tablet.. anak pegang laptop.
But I just couldn't stand with ipad and phone to do my work.
Id rather wrote it on a piece of paper.


So begini lah...
Bersawang blog Mak..