nuffnang ads

Showing posts with label Trip. Show all posts
Showing posts with label Trip. Show all posts

Thursday, 1 October 2020

Picnic Ke Hutan


Musim kemarau kemarin ketika kami sudah tidak ada ide mau kemana dan buat apa. Pergi keluar kota seems not a wise idea since pandemic and the number of infection getting big and bigger. Akhirnya mencari jalan aman dengan menengok budhe di desa.


Dari bermain-main di sawah yang beberapa tempat sudah mulai panen jagung, kami memetik beberapa yang masih agak muda untuk di bakar.


Pada sore hari ketika matahari sudah tidak terlalu terik, kami membungkus makanan dan bersama-sama naik motor ke Hutan di sebelah kampung.


Hutan kami merupakan hutan jati yang pada musim kemarau, tanahnya pun kering dan cukup panas (beda dengan hutan hujan tropis yang selalu basah dan lembab pada musim apapun.


Anak-anak seperti biasa, tanpa aba-aba mulai berpencar dan bermain.

        Look at the colour of their feet x_x



Sebagian mencari belalang hutan. Kami menyukai belalang hutan karena warnanya sangat berbeda dengan belalang kebun pada umumnya, beberapa anak sibuk memetik bunga, ada juga yang sibuk selfie dan bermain tik-tok.


Menjelang senja, kami mandi dan bersiap-siap untuk pulang ke Purwodadi. 


Great place to spend day with kids ;) 

Friday, 3 November 2017

Why Do We Love Picnic


Piknik dalam bahasa saya mungkin sedikit berbeda dengan bahasa Indonesia pada umumnya. Yang lebih mengartikan PIKNIK = BERLIBUR = VACATION

Piknik dalam pemahanam keluarga kami adalah makan di atas gelaran  tikar di tempat terbuka (biasanya bawah pohon yang rindang).
Bahasa Malaysia memanggil kegiatan ini "berkelah"
orang jawa memanggil kegiatan ini "lesehan"

tetapi istilah "Lesehan" lebih cenderung ketika kita makan berbayar di restoran, baru dipanggil lesehan.

Kalau makan di tikar, di alam terbuka apa dong?
NGGAK TAHU.. NGGAK PERNAH...
GENDENG APA MAKAN DI RUANG TERBUKA... KURANG KERJA
Meja makan di beli puluhan juta kok mau makan  lesehan di kebon.



Bagi kami, acara lesehan atau piknik memang sudah menjadi bagian dari hidup. Dulu waktu kecil, rumah kami sangat panas. Jangankan Aircond (AC), kipas angin termasuk barang mewah. Sehingga, ketika pulang sekolah, setelah ganti baju, Ibu sering menggelar tikar di bawah pohon mangga yang adem dan semilir. Mengajak kami makan disana. Habis makan, kami akan leyeh-leyeh sambil mengerjakan Pe-eR.

Beda dengan bapak, yang lebih suka makan siang di tempat setrikaan (sambil nungguin ibu yang nyetrika baju), atau makan di dapur (sambil nunggu ibu masak), tidak jarang juga makan di dekat tempat cuci piring (sambil njagongi ibu yang sedang cuci piring).

Iya, njagongi doangan... bantuinnya kagak... *haha

Jadi begitulah, kebiasaan ngeleseh alias piknik, ditambah dengan bergaul dengan orang Malaysia yang memang gemar makan, gemar lesehan (dirumah, di kebon, maupun di taman-taman terbuka), dan suami yang juga menyukai budaya piknik. Maka hobi duduk dan makan pun menjadi-jadi.




Apalagi kami tinggal di apartemen (condominium) yang kiri-kanan-atas-bawah semua adalah tembok. Tidak ada kemewahan berupa kebun atau ruang terbuka. Satu-satunya cara untuk menikmati udara luar adalah dengan berpiknik.

Kenapa menikmati udara luar harus sambil piknik mbak? tanya salah seorang teman.
Kalau mau keluar kan, tinggal keluar aja.

Ya, habisan kalau haus atau lapar... mau ambil makan dan minum jauuuh... hihi.
Makanya di bekal terus.
Mau beli.. hmmm.. taman di Malaysia banyak yang penjual dilarang masuk, karena cipratan minyak gorengnya suka bikin kotor.




Jadi beginilah...
kekadang saya dan anak, yang memang dua orang dirumah saja.
kebosanan, kesepian, terkurung di dalam apartement.

Selesai masak, bukannya terus makan. Tapi kami pak di dalam wadah-wadah.
(Mau bawa rantang tupperware kok ya kebesaran... hihi... yang makan dikit)

Kami bawa semua makan, nasi, roti, teh, kopi, dan tikar ke taman di bawah rumah.



Sambil bermain,
sambil makan,

sambil duduk dan bercerita.


kadang kami malas bermain,
hanya duduk dan membaca buku cerita yang isinya (sangat memuakkan....)
entah berapa ribu kali kami membaca buku-buku itu.

Lain hari, kubawa buku Financial Management yang banyak pages.
Jadi kalau dibaca nggak ada habisnya... haha *tampar juga*








Kadang-kadang dalam weekend tu kami drive agak jauh dari rumah.
Pergi ke pantai, atau taman yang lebih besar agar Marcella berjumpa dan bergaul dengan anak-anak lain.




Hopefully she growing up happy....
I hope we give my time enough for her...
I hope we play with her enough...

I hope she knows how much she meant to us


Wednesday, 18 October 2017

Picnic in Port Dickson Beach


When the world change from conventional laptop into tablet and smart phone,
there I got sore eyes whenever I stare at the tiny screen to long.

In result, Mak pun dah jadi malas nak menulis.
Idea tu banyak, time nak tido ke... nak mandi ada ja hasrat nak menulis.

Den bungkus badan dengan tuala,
buka laptop... HAAAA SUDAAAH

anak pun ikut duduk sekali, 
pas tu merengek nak Didi la... nak Baby Shark la... Nak Old McDonald la....

Bertukar lah kami,
Mak pegang tablet.. anak pegang laptop.
But I just couldn't stand with ipad and phone to do my work.
Id rather wrote it on a piece of paper.


So begini lah...
Bersawang blog Mak..











Wednesday, 30 August 2017

Short Trip To Cherating Malaysia

It gonna be a trip which I would never forget in a sad way.
I was become the worst ignorance angry parent ever for the whole trip while my 18 Months old baby really tried hard to pleased me.

Marcella just had very bad cold after Indonesian trip, almost 20 days she had a sleepless night. When she look much better and us the adult start worn out we decide to have some vacation. Just to give her some sandy-outdoor play and give us some rest.

Marcella had a light fever day before we went, and we take it as the end of her cold. So we didn't check further, and keep going to the plan. We drove to Cherating Beach, East Coast Malaysia.
And stayed at Holiday Villa.



Marcella with her swollen cheek I wasn't realize that she had something wrong in her mouth.
I kept thinking myself that her fever and her mouth pain was caused by teething.


I can see it now that she was really tried hard to pleased me and tried to stop me from getting mad at her.







For a moment she forget about her pain and enjoy her afternoon.
But it wasn't last long because I started to feed her (which most of the time she said NO and made me mad),

the battle continued to brushing session.
The drama getting worse, she cried and cried and cried and cried.
And I lost my sanity



Like usual, mom-kid battle.
Dad came as referee.
He took Marcella and brought her to swim. 
To cool her down and give me some times to rest.







Swimming pool in Holiday Villa Cherating








On the next day she just stuck with her Dad.
Refused to stay closed with me unless breastfeeding and sleep time.

She look so traumatize with me.


we bought batteries powered cat just to cheer her up a bit




She smile a bit with her swollen mouth




No smile for Mummy.
(I don't deserved it anyway)




Stop over in Teluk Cempedak Beach for lunch and to check around.

Teluk Cempedak has more beautiful beaches and plenty amenities to served us (thats my favorite thing) the convenience.







Enjoyed playing kite with Dad.


The next day we went to pediatrician, and we were shock that she got mouth infection.
There were white thick fungus covering almost every single space of her mouth roof 
(I bet my half-force-brushing was make them spread faster).

We have to go to hospital to get her lab test.
mouth swab etc.

And very glad that was only fungus, no other microorganism to make it complicated.

Pediatrician gave us wide range of anti fungus.
It took us another 10 days to clear all the infection.

Moral of the story:
Listen to your kid, don't stubborn yourself and force them to do what you want just because to make the task done on time.
Often we need just to put all our mind and work aside (leave the house messy, leave the washing undone, leave the dirty dishes as it is). Sit next to our kid and watch them mindfully (not watch and twinkling of the phone).

Listen to what they tried to tell you.
Clearly Marcella said that she had problem in her mouth, all pain.
I just refuse to look further and make stupid assumption it was her teething problem.
Instead I keep brushing her tiny mouth. Make the wound bigger and infection spread faster.

I just couldn't imagine the pain she cried but half force herself to eat the food I gave her.
I bet her mind was saying "just so Mummy didn't mad at me

Am I regret...?
Very.
Every now and again, I just often randomly leave my task just to hug her and apologize.